Petani di Mondokan Sragen Ditemukan Tewas di Sumur Tua. Evakuasi Berlangsung 3 Jam

Header Menu

Petani di Mondokan Sragen Ditemukan Tewas di Sumur Tua. Evakuasi Berlangsung 3 Jam

'Izza Hilya Nefisa
Senin, 08 Juni 2020

Tim gabungan BPBD, Inafis dan relawan saat proses evakuasi petani di Trombol, Mondokan, Sragen yang tewas di dalam sumur beracun, Senin (8/6/2020). Foto/Wardoyo
Genta News - Seorang warga di Dukuh Trombol RT 5, Desa Trombol, Kecamatan Mondokan, Darmanto alias Reman (49) ditemukan tewas mengenaskan kecebur sumur tua, Senin (8/6/2020) sore.

Pria yang berprofesi sebagai petani itu tewas diduga menghirup gas beracun di sumur tua depan rumahnya. Korban tercebur ke dalam sumur berkedalaman 21 meter saat hendak memperbaiki mesin sanyo di dalam sumur.

Data yang dihimpun di lapangan, insiden tragis itu terjadi pukul 15.00 WIB. Menurut keterangan warga di lokasi kejadian, insiden bermula ketika korban berniat membenahi mesin sanyo yang rusak di dalam sumur.


“Dia masuk pakai tangga dari bambu yang sudah agak lapuk. Setelah dipasang ke dalam sumur, korban mulai masuk ke dalam. Tapi pas mau mijak tiga anak tangga teratas, ternyata anak tangganya rampal karena sudah lapuk. Tubuh korban dan tangga langsung jatuh ke dasar sumur,” papar Suramto (32) tetangga korban saat ditemui di lokasi kejadian.

Melihat korban jatuh ke sumur, keluarga langsung panik. Sempat ada saudaranya yang mencoba menolong, namun karena di dalam sumur keluar bau gas,ia langsung mengurungkan niat dan naik ke atas.

Sumur tua itu diketahui masih berair dengan kedalaman sekitar 3 meter.Warga langsung berhamburan memadati lokasi.

Tak lama berselang tim BPBD, PMI dan Inafis Polres langsung terjun ke lokasi untuk melakukan evakuasi.

Proses evakuasi dipimpin Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen, Sugeng Priyono. Setelah berjuang hampir 3 jam, jasad korban berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia.

Di lokasi kejadian, Kepala BPBD Sugeng Priyono, menyampaikan kondisi sumur sangat berbahaya karena mengandung gas beracun. Sehingga proses evakuasi baru bisa dilakukan setelah dilakukan netralisasi gas terlebih dahulu.

Setelah jasad berhasil diangkat, kemudian dilakukan identifikasi. Kasubag Humas Polres Sragen, AKP Harno membenarkan kejadian tersebut. Dari hasil olah TKP dan identifikasi, tidak ditemukan tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban.



Artikel ini telah terbit di Joglosemar