Fakta BioShiled Alat Anti 5G Bisa Cegah Covid-19

Header Menu

Fakta BioShiled Alat Anti 5G Bisa Cegah Covid-19

'Izza Hilya Nefisa
Selasa, 16 Juni 2020

Gentanews - Internet 5G sering diberitakan mempunyai dampak negatif bagi kesehatan manusia. Bahkan, ada satu teori konspirasi yang menyebut teknologi penerus 4G LTE itu adalah dalang penyebaran COVID-19, penyakit yang disebabkan virus corona.

Bagi yang percaya teori konspirasi itu, mereka akan melakukan apa saja untuk melindungi kesehatannya, termasuk percaya dengan alat sejenis flashdisk USB yang diklaim bisa menangkal internet 5G dan mencegah dampak buruk dari teknologi tersebut.
Flashdisk USB anti 5G itu bernama 5GBioShield dan dijual oleh perusahaan BioShield Distribution. Mereka membanderol alat itu dengan harga 339 poundsterling (sekitar Rp 6 juta), yang diklaim menggunakan ‘teknologi catalyzer holografik kuantum’ untuk melindungi rumah pengguna dari dampak buruk internet 5G.

USB tersebut juga telah dipromosikan oleh dewan kota Glastonbury, Inggris. Salah satu dari anggota penasihat 5G di kota tersebut mengatakan, pihaknya merasa terbantu dengan USB anti 5G untuk “menyelaraskan kembali frekuensi yang mengganggu”.

"Melalui proses osilasi kuantum, kunci USB 5GBioShield menyeimbangkan dan menyelaraskan kembali frekuensi mengganggu yang timbul dari kabut listrik yang ditimbulkan oleh perangkat, seperti laptop, telepon nirkabel, wi-fi, tablet, dan lain-lain," kata Toby Hall, salah seorang anggota komite penasihat 5G di Glastonbury, dikutip BBC News.

Penjelasan Para Ahli Mengenai BioShield


Faktanya, flashdisk USB anti 5G itu palsu. Menurut ahli keamanan siber, alat tersebut sebenarnya hanya flashdisk USB biasa dengan kapasitas 128 MB yang umumnya dijual dengan harga 5 poundsterling (Rp 89 ribu). Informasi dan klaim mengurangi dampak buruk internet 5G hanya hoaks belaka.

Para pakar juga telah meneliti jeroan 5GBioShield tersebut. Berdasarkan penemuan mereka, flashdisk USB anti 5G hanya berisi lampu LED dan papan sirkuit, sama seperti USB biasa.

"Kami menganggapnya sebagai penipuan," kata Stephen Knight, direktur operasi untuk London Trading Standards. “Orang-orang yang rentan (ditipu) membutuhkan perlindungan dari perdagangan yang tidak bermoral seperti ini.” 

Knight dan timnya saat ini sedang bekerja sama dengan regu anti-penipuan kota London untuk menindaklanjuti produk tersebut. Mereka sedang menunggu perintah pengadilan untuk menghapus situs web perusahaan.


Sangkalan Perusahaan BioShield


Sementara BioShield Distribution, selaku vendor dari flashdisk USB anti-5G tersebut mengklaim, khasiat teknologi yang mereka sampaikan didasari oleh ‘banyak penelitian’. Mereka juga menolak anggapan bahwa flashdisk USB anti-5G tipu-tipu yang mereka jual dibanderol dengan harga tidak masuk akal, karena mereka menyebut orang-orang tidak memahami biaya produksi dari produk tersebut.

Meski demikian, perusahaan enggan membeberkan penelitian macam apa yang mereka rujuk.
"Kami memiliki banyak informasi teknis, dengan banyak penelitian sejarah cadangan," kata Anna Grochowalska, direktur BioShield Distribution.

"Seperti yang Anda pahami, kami tidak berwenang untuk sepenuhnya mengungkapkan semua informasi sensitif ini kepada pihak ketiga, karena alasan yang jelas."

Artikel ini telah terbit di Kumparan