Ini Alasan Arab Saudi Pertimbangkan Pangkas Kuota Jemaah Haji 2020

Header Menu

Ini Alasan Arab Saudi Pertimbangkan Pangkas Kuota Jemaah Haji 2020

'Izza Hilya Nefisa
Rabu, 10 Juni 2020

Ini Alasan Arab Saudi Pertimbangkan Pangkas Kuota Jemaah Haji 2020
Gentanews - Arab Saudi akan membatasi jumlah jemaah calon haji 2020 untuk mencegah penyebaran virus corona. Dilansir dari Reuters, Selasa (9/6/2020), sekitar 2,5 juta umat Islam menunaikan ibadah haji setiap tahunnya. Data resmi menunjukkan, haji dan umrah sepanjang tahun minimal memberi pemasukan negara itu sekitar 12 miliar dollar AS per tahun.

Pada Maret 2020, Arab Saudi meminta semua negara untuk menunda rencana haji dan menangguhkan umrah sampai pemberitahuan lebih lanjut. Kepada Reuters, dua sumber menyebutkan bahwa pihak berwenang tengah mempertimbangkan pemangkasan drastis pada penyelenggaraan haji tahun ini.

Dengan prosedur yang ketat, pihak berwenang mempertimbangkan untuk memangkas kuota jemaah reguler hingga 20 persen untuk setiap negara.

Menurut sumber lain, sejumlah pejabat tetap mendesak pembatalan haji yang diperkirakan akan dimulai pada akhir Juli 2020.

Kantor media pemerintah serta juru bicara kementerian haji dan umrah tak menanggapi permintaan komentar tentang hal itu. Dengan pembatasan atau pembatalan haji ini, keuangan Arab Saudi akan semakin tertekan, seiring anjloknya harga minyak selama pandemi virus corona. Sejumlah analis memprediksi Negara Petrodollar itu akan mengalami kontraksi ekonomi parah tahun ini.

Alasan Utama Pemangkasan Kuota Jamaah Haji 2020

Pada 2019, tercatat ada sekitar 19 juta jemaah umrah dan 2,6 juta jemaah haji. Sebuah rencana reformasi ekonomi Putra Mahkota Muhammed bin Salman bertujuan untuk meningkatkan kapasitas umrah dan haji hingga menjadi 30 juta jemaah setiap tahunnya. Hal ini memungkinkan mereka mendapatkan pemasukan sebesar 13,32 miliar dollar pada tahun 2030.

Sejak Maret lalu hingga saat ini, Arab Saudi masih menangguhkan penerbangan internasional. Arab Saudi juga telah memberlakukan kembali jam malam di Jeddah pada Jumat (5/6/2020) setelah adanya lonjakan kasus infeksi. Hingga Rabu (10/6/2020), Arab Saudi telah melaporkan 112.288 dengan kasus baru pada hari itu sebanyak 3.717. Kementerian Kesehatan juga mengumumkan tambahan 1.615 pasien sembuh, sehingga total menjadi 77.954 pasien. Sebanyak 36 pasien dikonfirmasi meninggal sehingga total kematian berjumlah 819 orang.

Artikel ini telah terbit di Kompas