Potret Teladan Desa Banjarpanepen, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah

Header Menu

Potret Teladan Desa Banjarpanepen, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah

Selasa, 03 September 2019

Potret Teladan Desa Banjarpanepen, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah
Sumber Gambar: Tribunnews.com
Tahu tidak Sobat, bahwa Desa Banjarpanepen, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dinobatkan sebagai Desa Sadar Kerukunan.

Desa Banjarpanepen, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah yang tergolong Desa terpencil yang berlokasi berkisar 40 kilometer arah tenggara dari ibu kota kabupaten Purwokerto ini menjadi trending topik satu di antara lima desa di Jawa Tengah, yang bisa viral dan booming sebagai Desa percontohan kerukunan antarumat beragama.

Usut punya usut, ternayat sejak puluhan tahun lalu, umat bergama di sana, Islam, Budha, Kristen dan kepercayaan mampu bersinergi hidup rukun secara berdampingan.

Hal unik di Desa Banjarpanepen, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah yang berada di ketinggian 300 mdpl adalah keberadaan rumah ibadah yang saling berdampingan, yakni masjid, gereja dan vihara.

Mujiono, selaku Kepala Desa Banjarpanepen menuturkan, bahwa di desanya terdapat 1.853 kepala keluarga (KK) atau hampir 6.000 jiwa.

Dari komposisi tersebut berkisar 80 persen penduduknya beragama Islam, 13 persen beragama Kristen, dan 5 persen beragama Budha lima persen. Adapun sisanya adalah penganut kepercayaan lainnya. Hal itu disampaikan Mujiono di saat acara grebeg suran di komplek wisata Watu Jonggol desa setempat, Senin (2/9/2019).

Kehidupan yang rukun berdampingan tersebut tercermin di seluruh aspek kehidupan sehari-hari. Gotong royong, saling membantu terlihat nyata dalam kehidupan warga masyarakat di sana. Contoh sederhana adalah manakala ada rumah ibadah umat Islam, maka warga yang beragama lain juga turut membantu; begitu pula sebaliknya. Yang lebih nyata lagi, PAD (Pendapatan Asli Desa) juga dikelola secara bersama-sama.

Agenda yang menjadi salah satu pemersatu di sana adalah Grebek Suran. Agenda Grebek Suran adalah wahana berkumpulnya seluruh lapisan warga masyrakat dari berbagai umat, semuanya bersatu.

Mitro, salah satu tokoh agama Islam desa setempat mengatakan, kerukunan antarumat beragama juga tercermin saat perayaan hari besar keagamaan. Warga sudah biasa melakukan kerjasama, bergotong royong dalam persiapan perayaan hari besar.

"Bagi kami yang Muslim dasarnya adalah Lakum Dinukum Waliyadin (bagimu agamamu, bagiku agamaku). Saat perayaan lebaran, umat agama lain juga menyediakan makanan di rumah umat Islam yang datang untuk saling meminta maaf," kata Mitro.

Salah satu tokoh penganut kepercayaan Turimin, menuturkan, bahwa kehidupan beragama di desa Banjarpanepen jarang sekali ada persoalan, atau bisa dikatakan tidak pernah. Turimin menyampaikan, bawah anggota keluarganya terdiri dari beberapa keyakinan, namun juga bisa rukun dan hidup berdampingan secara harmonis.

Pernyataan yang sama juga disampaikan Maryono, pemuka agama Budha desa tersebut. Menurut Maryono, lima vihara yang ada di tersebut berdiri di antara permukiman umat agama yang lain. Walaupun demikian, selama ini hubungan antarumat beragama tetap aman dan rukun. Jika ada perayakan hari raya, semua warga masyarakat juga turut berduyun-duyun membantu sejak persiapan awal hingga selesai.

Sementara itu, Moh Roqib selaku Ketua Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Banyumas berharap, kerukunan antarumat bergama di Desa Banjarpanepen, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah tersebut bisa menjadi teladan bagi seluruh elemen bangsa. Desa Banjarpanepen, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah bisa menjadi model rujukan belajar bersama bagi bangsa ini.

Semoga sekelumit cerita dari Desa Banjarpanepen, Kecamatan Sumpiuh, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah menjadi penyemangat kita semua. Bisa melihat keragaman sebagai sebuah rahmat bagi seluruh elemen bangsa. Tidak mudah terprovikasi yang mengatasnamakan agama; tidak membuat kerukunan menjadi terpecah belah, aamiin.