Imam Nahrawi Jadi Tersangka Mundur dari Menpora

Header Menu

Imam Nahrawi Jadi Tersangka Mundur dari Menpora

Kamis, 19 September 2019

 Imam Nahrawi Jadi Tersangka Mundur dari Menpora
Image Source : detik.com
Imam Nahrawi Jadi Tersangka Mundur dari Menpora - KPK menetapkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan suap terkait dana hibah KONI dari Kemenpora. Imam dijerat dalam pengembangan kasus.

Kabinet periode pertama Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyisakan sejumlah catatan. Salah satunya terkait upaya pencegahan korupsi yang dinilai gagal karena ada menteri yang telah ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK.

Menteri pertama yang menjadi tersangka yaitu Idrus Marham yang kala itu menjabat sebagai menteri sosial. Idrus diduga menerima hadiah atau janji terkait proyek PLTU Riau-1. Saat ditetapkan sebagai tersangka, Idrus menjabat sebagai Menteri Sosial. Namun sebetulnya kasus yang menjeratnya itu merupakan kasus saat dia masih menjabat sebagai anggota DPR.

Mengetahui statusnya sebagai tersangka, Idrus kemudian mengundurkan diri dari jabatan mensos. Idrus dijatuhi hukuman 3 tahun penjara dan denda Rp 150 juta susbsider 2 bulan kurungan oleh Pengadilan Tipikor. Majelis tingkat banding lalu memperberat hukuman Idrus menjadi 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan.

Setahun kemudian, KPK menetapkan Menpora Imam Nahrawi sebagai tersangka. Imam diduga menerima suap terkait dana hibah KONI dari Kemenpora.

Imam sudah menyampaikan pengunduran diri dari jabatan menpora. Dia ingin fokus menghadapi proses hukum. Menpora Imam Nahrawi terjerat kasus dugaan suap karena pengaturan dana hibah KONI. Dana hibah ini disebut-sebut memang rawan korupsi.

KPK menemukan sejumlah fakta-fakta terkait kasus dugaan suap dana hibah KONI yang menjerat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. KPK menduga uang yang diterima Nahrawi juga mengalir ke pihak lain.

Febri belum menjelaskan pihak lain yang dimaksud tersebut. Menurutnya, KPK kini masih terus menelusuri dan mencari bukti-bukti terkait hal itu. KPK menetapkan Imam Nahrawi sebagai tersangka suap dana hibah KONI dan penerimaan lain berkaitan dengan jabatannya. Total uang yang diduga diterima Imam sebesar puluhan miliar rupiah.

Dalam rentang 2014-2018, Imam Nahrawi melalui asisten pribadinya, Miftahul Ulum, diduga menerima uang Rp 14,7 miliar. Selain penerimaan uang tersebut, Imam Nahrawi dalam rentang 2016-2018 menerima uang Rp 11,8 miliar sehingga total dugaan penerimaan uang sebesar Rp 26,5 miliar.

Uang yang diterima tersebut diduga merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI ke Kemenpora, penerimaan terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima, dan penerimaan lain.